SUARABMI.COM - Walaupun
jika dibandingkan di Indonesia, penyebaran HIV / AIDS di Hongkong tidak
terlalu banyak, namun kasus ini masih saja terjadi dari tahun ke tahun.
Untuk
tahun 2018 ini tercatat penyebaran HIV / AIDs di Hongkong mengalami
penurunan sekitar 57 kasus dibanding tahun 2017 namun penyebarannya
palign banyak di dominasi oleh pasangan sejenis.
Dicomot
suara BMI dari On.CC, Hingga desember 2018 kemarin Central for Healthy
Public (CHP) membukukan 624 kasus penderita HIV / AIDs.
[post_ads]
Hal
ini berbeda jauh dibandingkan Indonesia, dimana jumlah kumulatif
infeksi HIV yang dilaporkan sampai dengan Juni 2018 sebanyak 301.959
jiwa (47% dari estimasi ODHA jumlah orang dengan HIV AIDS tahun 2018
sebanyak 640.443 jiwa) dan paling banyak ditemukan di kelompok umur
25-49 tahun dan 20-24 tahun.
Chen
Zhiwei, juru bicara CHP dalam keterangan persnya mengatakan 60% dari
angka tersebut tertular virus HIV/Aids melalui kontak hubungan sejenis,
20% dari hubungan dengan lawan jenis, dan 20% lagi dari faktor lain.
Central
for Healthy Public juga melakukan pendampingan aktif kepada pengidap
HIV / AIDs untuk membantu penyembuhan dan mencegah penularan yang
membabi buta.
[post_ads_2]
Untuk pencegahan infeksi dan penularan HIV, masyarakat perlu mengingat hal-hal berikut:
- Bagi yang belum pernah melakukan perilaku berisiko, pertahankan perilaku aman (dengan tidak melakukan perilaku s*ks berisiko atau menggunakan narkoba suntik);
- Bila sudah pernah melakukan perilaku berisiko, lakukan tes HIV segera! Bila tes HIV negatif, tetap berperilaku aman dari hal-hal yang berisiko menularkan HIV;
- Bila tes HIV positif, selalu gunakan k0ndom saat berhubungam s*ksual, serta patuhi petunjuk dokter dan minum obat ARV, agar hidup tetap produktif walaupun positif HIV;
- Jika bertemu ODHA, bersikap wajar dan jangan mendiskriminasi atau memberikan cap negatif, dan berikan dukungan; dan
- Jika berinteraksi dengan ODHA, jangan takut tertular, karena virus HIV tidak menular baik itu melalui sentuhan, keringat, maupun berbagi makanan. HIV hanya menular melalui cairan kelamin dan darah.

