Capek - Capek Kuliah Saat Menjadi TKW, Ternyata Ijazahku Ditertawakan Saat Lamar Kerja di Indonesia

SUARABMI.COM - Karanganyar, Sebutlah namaku Nimas (samaran), aku dulu adalah TKW yang bekerja di Hongkong dan nyambi kuliah demi mendapatkan ijazah S1 yang menurutku akan sangat bermanfaat saat aku pulang nanti ke Indonesia.

Perjuanganku kuliah dari mendapat bawelan majikan hingga suatu ketika majikan memberikan ijin lantaran aku bilang kalau kuliah untuk menambah pengetahuan tentang perawatan lansia dan anak, walaupun sejatinya tidak ada mata kuliah itu.

Sejak saat itu majikan tidak lagi bawel dan membiarkan aku walau diwaktu malam lampu sering terlambat aku matikan karena aku masih belajar.
[post_ads]
Perjuanganku kuliah di negeri beton disela-sela waktu kerjaku itu begitu luar biasa, dan begitu juga yang dialami oleh teman-temanku lainnya.

Berharap perjuangan berat ini akan terbayar nanti saat aku pulang ke Indonesia dan bisa mendapat pekerjaan yang layak sesuai keinginanku.

Saat aku telah selesai wisuda dan kontrakku sudah habis, aku putuskan untuk pulang ke Indonesia dan berjuang di Indonesia berbekal ijazahku.

Namun apa yang terjadi sungguh diluar pikiranku, dulu aku berpikir akan mudah mencari pekerjaan dengan aku kuliah di Hongkong semasa jadi TKI namun itu rupanya salah.

Sampai saat ini sudah 32 panggilan interview dikantor tempat aku melamar namun tak satupun kecantol.

Bahkan lantaran ijazahku terbitan Hongkong, aku sering ditertawakan saat sesi wawancara dengan para HRD dan bos, kebanyakan mereka bertaya, 'masa kamu kuliah beneran? bagaimana dengan kualitas kademiknya?'.
[post_ads_2]
Memang kuliah di Hongkong sambil kerja itu tidak seperti kuliah beneran di Indonesia yang waktu dan hari-harinya 100% untuk kampusnya, disini kuliah hanya nomor 2 setelah pekerjaan yang tidak bisa diganggu gugat.

Jika dibanding dengan lulusan perkuliahan Indonesia ya jelas tidak ada apa-apanya, namun tingkat kemampuan orang kan berbeda-beda, jadi harapan ku siapa tahu dengan kuliah akan memuluskan masa depanku, namun hasilnya 'nihil'.

Saranku, janganlah kuliahmu semata-mata hanya untuk mengejar pekerjaan setelah pulang nanti, niatkanlah dari hati, karena jika untuk pekerjaan saya rasa bukan hal yang tepat karena pesaingnya di Indonesia lebih dari kita segalanya.

Namun juga jangan patah arang dan memendam niat kuliah, setidaknya mempunyai gelar S1 anak membuat anak-anak kita bangga kedepannya. #Ciayooo
LihatTutupKomentar

Terkini